The Center of All Knowledge

Jumat, 26 Februari 2010

Sistem Ekonomi Komando/Terpusat (Komunisme/Kolektivisme)

Kita sering mendengar istilah komunisme dan sosialisme. Semula kedua kata tersebut memiliki pengertian yang sama. Akan tetapi kemudian komunisme dipakai untuk menyebutkan sosialisme paling radikal, yang menuntut penghapusan total terhadap hak-hak pribadi.
Sementara itu, sosialisme adalah ajaran dan gerakan yang menganutnya bahwa keadilan sosial tercapai melalui penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi atau suatu keadaan masyarakat yang hak milik pribadi atas alat-alat produksinya telah dihapus. (Suseno, 1999 : 270).
Sistem ekonomi komando/terpusat/komunisme/kolektivisme atau dalam pembelajaran ini kita gunakan istilah Sistem Ekonomi Komando diartikan sebagai suatu sistem dengan kendali yang ketat berada di pihak pemerintahan dalam menentukan kepemilikan bisnis, laba, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Ciri-ciri sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut.
Semua sumber daya ekonomi dikuasai negara atas nama rakyat. Seluruh kegiatan produksi diusahakan bersama. Tidak ada perusahaan swasta yang ada perusahaan negara.
Harga dan penyaluran barang ditentukan dan dikendalikan oleh negara. Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah.
Kebaikan sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut.
1. Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap
2. perekonomian.
3. Pemerintah dapat menentukan jenis-jenis industri/produksi.
4. Pemerintah mengatur distribusi barang-barang.
5. Pemerintah mudah melaksanakan pengendalian dan pengawasan.

Keburukan sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut.
1. Hak milik perseorangan tidak ada.
2. Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya

.
.
.
The Center Of All Knowledge © 2008 Template by:
SkinCorner