The Center of All Knowledge

Jumat, 26 Februari 2010

Dinamika Kerak Bumi

Kerak bumi terpecah menjadi sekitar 12 lempeng yang saling bergerak mendatar. Dinamakan lempeng karena bagian litosfer itu mempunyai ukuran yang besar di kedua dimensi horizontal (panjang dan lebar) tetapi berukuran kecil ada arah vertikal.
Pergeseran lempeng yang tidak sama mengakibatkan ada tiga jenis batas pertemuan antar lempeng, yaitu dua lempeng saling menjauh (divergent-junctions), dua lempeng saling bertubrukan (subduction zobes), dan dua lempeng saling berpapasan (transform fault). Berikut adalah penjelasan tentang teori pertemuan lempeng.

1) Dua Lempeng Saling Menjauh (Divergent-Junctions)
Peristiwa ini terjadi apabila arah pergerakan lempeng (baik lempeng benua maupun lempeng samudra) saling bertolak belakang. Contoh perbatasan divergent lempeng samudra adalah punggungan samudra dan perbatasan divergent lempeng benua adalah Lembah Retak Besar Afrika.
Kejadian yang dijumpai di daerah divergent junction yaitu :
a. Aktivitas vulkanisme laut;
b. Aktivitas gempa.;
c. Perenggangan lempeng yang disertai dengan tumbukan di kedua tepilempeng;
d. Pembentukan tanggul dasar samudra (mid ocean ridge).

2) Dua Lempeng Saling Menumbuk (Subduction zone)
Lempeng dasar samudra yang lebih tipis didesak ke bawah oleh lempeng benua yang lebih tebal dan kaku. Dasar palung merupakan tempat perusakan lempeng benua akibat pergesekan dua lempeng dan terjadi pula pengendapan batuan yang berasal dari laut dalam maupun yang diendapkan dari darat. Endapan campuran itulah yang dinamakan batuan bancuh atau mélange. Bongkahan lempeng benua yang hancur akibat pergesekan akan menambah campuran bancuh tersebut. Di sepanjang zone subduction bermunculan puncak gunung api dan sering terjadi gempa bumi yang kadang-kadang sangat kuat.
Di daerah tumbukan dua lempeng terjadi beberapa fenomena, yaitu :
a) lempeng dasar samudra menunjam ke bawah lempeng benua,
b) terbentuk palung laut di tempat tumbukan itu,
c) pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan,
d) terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ektrusi,
e) merupakan daerah hiposentrum gempa baik dangkal maupun dalam yang dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi tektonik dan gelombang tsunami,
f) penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng, dan
g) timbunan sedimen campuran yang dalam geologi dikenal dengan nama batuan bancuh atau melange.
Contoh fenomena yang diakibatkan oleh tumbukan dua lempeng, antara lain Palung Jawa (sebelah Selatan Pulau Jawa), Pegunungan di pantai Barat Amerika, deretan pulau Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara.
3) Dua Lempeng Saling Berpapasan/Pergeseran Mendatar
Di daerah seperti itu terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah dan gempa yang tidak kuat. Gejala pergeseran itu tampak pada tanggul dasar samudra yang tidak berkesinambungan, melainkan terputus-putus.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya

.
.
.
The Center Of All Knowledge © 2008 Template by:
SkinCorner