The Center of All Knowledge

Senin, 15 Februari 2010

Pengertian dan Makna Studi Etnografi

Etnografi terdiri dari dua kata, yakni etno dan graphy. Etno berarti bangsa atau suku bangsa. Graphy berarti tulisan. Berdasarkan asal-usul katanya (etimologi), etnografi berarti tulisan yang berisi deskripsi atau gambaran mengenai kehidupan dan kebudayaan suatu suku bangsa.
Menurut Koentjaraningrat (1999), “konsep suku bangsa dipadankan dengan ethnic group dalam bahasa Inggris”. Ethnic group lebih tepat bila diterjemahkan dengan kelompok etnik. Menurut Zulyani Hidayah, (1999), istilah suku bangsa dan kelompok etnik dapat saling mengganti, karena memiliki konsep dasar yang sama. Dalam bahasa Indonesia, lebih tepat menggunakan suku bangsa dalam rangka melihat bangsa Indonesia dari sudut kebangsaan, dan yang menyebabkan adanya paroh-paroh (suku-suku) bangsa. Sedangkan istilah kelompok etnik nampaknya lebih cenderung dipakai di lingkungan akademik, terutama untuk membiasakan pemakainya dengan konsep tentang kelompok-kelompok sosial yang berkembang di lingkungan ilmu-ilmu sosial – kebudayaan.
Pada prinsip konsep suku bangsa memiliki makna yang sama dengan kelompok etnik.
Perhatikan beberapa definisi suku bangsa berikut:
a. Menurut Koentjaraningrat (1989), suku bangsa merupakan kelompok sosial atau kesatuan hidup manusia yang mempunyai sistem interaksi, sistem norma yang mengatur interaksi tersebut, adanya kontinuitas dan rasa identitas yang mempersatuan semua anggotanya serta memiliki sistem kepemimpinan sendiri.
b. Menurut Theodorson dan Theodorson yang dikutip oleh Zulyani Hidayah (1999), kelompok etnik adalah suatu kelompok sosial yang memiliki tradisi kebudayaan dan rasa identitas yang sama sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang lebih besar.
c. Menurut Abner Cohen yang dikutip oleh Zulyani Hidayah (1999), kelompok etnik adalah suatu kesatuan orang-orang yang secara bersama-sama menjalani pola-pola tingkah laku normatif, atau kebudayaan, dan yang membentuk suatu bagian dari populasi yang lebih besar, saling berinteraksi dalam kerangka suatu sistem sosial bersama, seperti negara.
Persamaan dari ketiga definisi di atas adalah suku bangsa sebagai kesatuan hidup manusia yang memiliki kebudayaan dan tradisi yang unik, membuat mereka mereka memiliki identitas khusus dan berbeda dengan kelompok lainnya, dan suku bangsa merupakan bagian dari populasi yang lebih besar yang disebut dengan bangsa.
Menurut Zulyani Hidayah, bangsa Indonesia terdiri 656 suku bangsa. J.M. Melalatoa memperkirakan jumlah suku bangsa Indonesia berkisar 500. Jumlah populasi setiap suku bangsa Indonesia tidaklah merata. Ada suku bangsa yang terdiri dari puluhan juta jiwa (misalnya suku bangsa Jawa, dalam tahun 1991 saja sudah berjumlah 60 juta jiwa), dan di lain pihak ada juga suku bangsa Indonesia yang terdiri dari sekitar seribu jiwa (suku bangsa Bgu di pantai utara Irian Jaya) pada tahun 1964 hanya terdiri dari 981 jiwa) (Koentjaraningrat, 1999).
Jenis karangan terpenting yang mengandung bahan pokok dari pengolahan dan analisa antropologi adalah karangan etnografi. Isi dari sebuah karangan etnografi adalah suatu deskripsi mengenai kebudayaan etnik dari suatu suku bangsa secara holistik (keseluruhan). Untuk suku bangsa yang dengan jumlah penduduk yang sangat sedikit dan wilayah penyebaran yang tidak luas seperti suku bangsa Bgu, sangat dimungkinkan untuk membuat studi etnografi yang lengkap dan holistik. Sebaliknya sangat sukar untuk membuat studi etnografi yang lengkap dan menyeluruh (holistik) terhadap suku bangsa yang sangat banyak (seperti suku bangsa Jawa) dengan wilayah penyebaran yang luas, terhadap suku bangsa seperti ini, hanya dapat dihasilkan studi etnografi bagian tertentu dari kebudayaannya dengan wilayah tertentu pula. Studi etnografi dilakukan berdasarkan kerangka 7 (tujuh) unsur universal kebudayaan. Studi etnografi juga dilengkapi dengan identitas suku bangsa, seperti nama, identitas alam dan sejarah. Perpaduan unsur universal dan lokal membuat studi etnografi menghasilkan paparan suku bangsa yang unik dalam bingkai kebudayaan universal. Menurut Koentjaraningrat (1999) studi etnografi mendeskripsikan kebidayaan suatu suku bangsa yang disusun berdasarkan suatu kerangka etnografi, terdiri dari bab-bab seperti yang tercantum di bawah ini, sementara setiap bab terbagi lagi ke dalam sub- sub bab khusus.
a. Nama suku bangsa.
b. Lokasi, lingkungan alam dan demografi.
c. Asal mula dan sejarah.
d. Bahasa.
e. Sistem komunikasi.
f. Sistem mata pencaharian.
g. Sistem kemasyarakatan.
h. Sistem pengetahuan.
i. Kesenian.
j. Agama dan sistem religi.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya

.
.
.
The Center Of All Knowledge © 2008 Template by:
SkinCorner